se 3

KUDUS, gemamuria.com – Badan Pusat Statistik ( BPS ) Kabupaten Kudus akan melaksanakan sensus ekonomi pada bulan Mei mendatang. Pendataan berlangsung selama sebulan mulai 1/ 5 hingga 31/ 5 mencakup seluruh lapangan usaha yang ada di kota kretek. Karena itu kepada pihak yang akan didatangi petugas BPS nantinya diharapkan dapat memberikan data yang sebenarnya demi suksesnya sensus dimaksud.

Pernyataan itu dikemukakan kepala BPS Kudus Endang Tri Wahyuningsih usai penyampaian Press Release Inflasi bulan Februari di kantornya Rabu ( 2 / 3 ). Dijelaskan olehnya bahwa demi kesuksesan kegiatan sensus ekonomi ini berbagai pihaknya telah merancang persiapan diantaranya menyiapkan petugas yang akan terjun ke lapangan.

“Mereka juga akan di berikan arahan langsung oleh bupati Kudus H.Musthofa dalam apel siaga yang rencananya digelar pada 18 Maret mendatang di halaman pendopo kabupaten. Dalam apel siaga akan dihadiri setidaknya 1.185 personil yang akan melakukan sensus,” ungkapnya.

Sementara penjelasan mengenai perkembangan Indeks Harga Konsumen ( IHK ) di kota kretek pada bulan Februari mengalami deflasi sebesar 0,23 persen dengan IHK 128,50 persen. Angka ini lebih rendah bila dibanding bulan Januari yang mengalami inflasi sebesar 0,44 persen dengan IHK 128,80.

Menurutnya deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks beberapa lelompok pengeluaran yaitu kelompok bahan makanan 1,55 persen, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar 0,40 persen serta kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,14 persen.

“Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks adalah lelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 1,10 persen, kelompok sandang 0,64 persen dan kelompok kesehatan 0,18 persen,” jelasnya.

Adapun Komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terjadinya deflasi adalah cabai rawit, bawang merah, telur ayam ras, tarif listrik, jeruk dan bensin. Sementara komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terhadap terjadinya inflasi adalah mie, sepeda motor, salak, rokok kretek filter, dan kacang panjang.

“Deflasi bulan Februari terjadi di semua kota di Jawa Tengah. Deflasi tertinggi terjadi di kota Semarang sebesar 0,30 persen dengan IHK 121,88, ” pungkasnya.(gm-r)

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*