sensus ek 2o16 2

KUDUS, gemamuria.com – Tahun ini ada kegiatan akbar dari Badan Pusat Statistik (BPS) yaitu Sensus Ekonomi 2016 yang berlangsung 1- 31 Mei. Semua sektor ekonomi akan didata kecuali sektor pertanian. Meliputi perdagangan, industri, keuangan, komunikasi, dan jasa. Petugas cacah lapangan (PCL) akan mendata mengenai tenaga kerja, teknologi, kendala yang ada, serta omzet yang diperolehnya.

Di Kudus, untuk melihat kesiapan petugas lapangan, BPS Kudus mengadakan apel siaga yang digelar di halaman pendopo kabupaten, Jumat (18/3). Sebanyak 1.185 petugas mengikuti apel ini yang dilanjutkan dengan road show melewati jalan protokol di Kudus. Yaitu Jalan Simpang Tujuh, Jalan A Yani, Jalan Lukmonohadi, Jalan Dr Ramelan, dan kembali ke Simpang Tujuh.

Bupati Kudus H. Musthofa yang bertindak selaku pimpinan apel yang dihadiri seluruh kepala SKPD dan kepala desa/lurah pagi itu, berpesan agar sensus ini jangan hanya mengejar target. Tetapi harus riil dan valid sesuai kondisi di lapangan. Sehingga akan diperoleh informasi yang akurat mengenai petumbuhan ekonomi di Kota Kretek ini.

”Saya minta jangan main-main dalam mendata potensi ekonomi di Kudus ini. Termasuk memperoleh data yang hanya bersumber dari ‘katanya’ atau bahkan copy–paste data yang sudah ada,” kata bupati pagi itu.

Bupati menjelaskan bahwa beberapa tahun terakhir ini pertumbuhan ekonomi di Kudus sangat signifikan. Ini tak lepas dari peran pemkab dalam memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Termasuk yang masih ‘hot’ adalah adanya kedit usaha produktif (KUP) yang membantu permodalan tanpa jaminan.
”Lihatlah secara langsung di lapangan. Rasakan betapa pertumbuhan ekonomi kerakyatan di Kudus ini luar biasa,” pesannya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan bahwa petugas sensus ini tentunya orang-orang terpilih yang ikut berperan bagi bangsa ini dalam bidang ekonomi. Maka dari itu, tidak boleh sembarangan dalam memperoleh data tetapi harus benar-benar dimaksimalkan perannya.

Termasuk bagi camat dan kepala desa/lurah, bupati meminta untuk mendampingi petugas sensus yang ada di wilayahnya. Dengan bergandengan tangan yang kuat antara petugas sensus dengan camat/kades/lurah, tentunya akan memperlancar tugas dan diperoleh hasil yang akurat.

”Terimalah petugas sensus ini dengan baik di wilayah masing-masing. Kalau perlu antarkan, bahkan bantulah dalam melaksanakan tugasnya,” imbuhnya.

Di akhir arahan, bupati menjelaskan bahwa keberhasilan ini perlu peran semua pihak. Bukan hanya BPS saja, melainkan sinergi bersama antara pemkab dengan BPS akan sangat menentukan keberhasilan sensus ini. Hasilnya? Tentu akan kembali bagi masyarakat luas yang akan dirasakan secara nyata.

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*