REMBANG 110518 RS

Bupati Rembang Jum’at pagi (11/05/2018) meresmikan pengoprasian rumah sakit Bhina Bakti Husada. Rumah sakit swasta milik Atna Tukiman itu memiliki daya tampung 250 pasien itu secara resmi sudah menerima pasien.

Bupati Rembang dalam sambutannya mengatakan bertambahnya jumlah rumah sakit, dapat menambah pelayanan kesehatan. Dengan 3 rumah sakit, dan 17 puskesmas dapat melayani Kabupaten yang berpenduduk sekitar 624 ribu jiwa itu.

“Karena kami sadar bahwa fasilitas yang dimiliki pemerintah belum memadai. Kalai dihitung dengan rasio jumlah penduduk belum ideal,” jelasnya.

Sementara Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Bambang Wibowo yang hadir dalam peresmian tersebut menjelaskan kemudahan akses kesehatan, tidak hanya diwujudkan bangunan fisik. Tetapi juga harus ditopang akses kompetensi dan kualitas pelayanan.

Bambang mengingatkan membuka rumah sakit, tidak bisa dikategorikan untuk bisnis semata. Perlu pengorbanan yang sifatnya untuk kepentingan sosial.

“Rumah sakit berbentuk publik dan prifat. Kalau RS pemerintah harus publik, kalau rumah sakit swasta bisa publik bisa prifat. Contohnya orang mau beli harus punya uang. Tapi ketika di rumah sakit, dalam keadaan emergency nggak boleh nolak pasien. Apakah mampu atau tidak, harus dilayani. Ini yang membedakan antara rumah sakit dengan usaha lain“ ujar Bambang.

Direktur RS Bhina Bhakti Husada, Ella Nurlaila membeberkan untuk saat ini Rumah Sakit Bhina Bhakti Husada belum bisa langsung melayani pasien BPJS Kesehatan, karena perlu proses waktu. Lebih lanjut Ella mendorong supaya petugas rumah sakit, mulai dokter, perawat maupun tenaga kesehatan lainnya, melayani pasien dengan penuh semangat dan ikhlas. (*gm)

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*