Acara sosialisasi dan penandatanganan kerja sama KUP

Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan bidang yang mendapatkan perhatian oleh Bupati Kudus H. Musthofa. Karena cita-citanya adalah mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kudus yang dipimpinnya. Maka sangat tepat ketika pemberdayaan UMKM tertuang pada pilar pertama program pro rakyatnya.
Dikatakan oleh Musthofa, bahwa tugas utama pemerintah (termasuk pemerintah daerah) adalah menyejahterakan masyarakat dan memberikan pelayanan yang terbaik. Namun demikian, peran serta aktif dan upaya nyata dari masyarakat sangat diharapkan muncul untuk mencapai tujuan tersebut. Termasuk sukses dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Demikian disampaikannya ketika pada acara sosialisasi dan penandatanganan kerja sama KUP antara Pemkab Pemalang dengan Bank Jateng di Pendopo Kabupaten Pemalang, Sabtu (28/11). Hadir pada acara tersebut Bupati Pemalang, jajaran pejabat pemkab Pemalang, direktur dan jajaran direksi Bank Jateng pusat dan direksi Bank Jateng se-eks Karesidenan Pekalongan, serta ratusan pelaku UMKM Pemalang.
Dalam paparannya, orang nomor satu di Kudus tersebut memberikan motivasi kepada para pelaku UMKM agar ulet dan gigih untuk meraih sukses dalam menjalankan usahanya. Di antaranya harus tangguh, memiliki kreativitas dan inovasi yang baik dalam menciptakan produknya hingga memasarkannya. Sehingga akan menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen yang berbeda dari produk sejenis.
”Kreatif, inovatif, ulet, semangat kuat, serta memiliki jaringan yang kuat adalah modal yang harus dimiliki jika ingin menjadi pengusaha sukses,” ujar Musthofa yang juga seorang entrepreneur.
Ditambahkannya, bahwa untuk menjadi pengusaha sukses tersebut tidak bisa diraih secara instan. Ada proses panjang yang terkadang membuat para pelaku usaha patah semangat. Hal ini merupakan ujian bagi calon pengusaha yang berhasil yang harus dilewati. Bahkan dirinya mengatakan, untuk jadi pengusaha sukses setidaknya membutuhkan waktu sepuluh tahun.
”Ketika melewati masa tersebut, biasanya para pengusaha telah banyak belajar dari berbagai pengalaman. Sehingga cenderung lebih kokoh menghadapi berbagai situasi,” imbuhnya.
Ada lagi modal penting yang dibutuhkan, yaitu kejujuran dan mensyukuri anugerah berupa kemampuan berusaha dari Allah SWT. Kejujuran di sini maknanya jujur disertai moral dan perilaku yang baik. Termasuk jujur dan bertanggung jawab akan kewajibannya, di antaranya terhadap kredit usaha produktif (KUP) yang baru saja di-launching di Pemalang.
Dengan telah di-launching-nya KUP di Pemalang, maka para pelaku UMKM di kabupaten ini akan segera bisa merasakan pinjaman modal usaha hingga Rp. 20 juta tanpa jaminan. Sesuai harapan para pelaku usaha mikro kecil yang ingin ’ora nganggo suwe’. Komitmen antara Pemkab Pemalang dengan bank Jateng telah disepakati dalam nota kerjasama yang ditandatangani pagi itu.
Para pelaku UMKM menyambut gembira adanya modal usaha dengan bunga ringan ini. Tetapi yang terpenting harus benar-benar digunakan untuk meningkatkan produktivitas usaha. Bukan disalahgunakan untuk kebutuhan lain. Seperti untuk memenuhi gaya hidup yang tidak semestinya menggunakan pinjaman tersebut.
Dukungan keberhasilan KUP dikemukakan oleh Direktur Umum Bank Jateng Radjim yang hadir pagi itu. Pihaknya benar-benar ingin berpartisipasi membangun bangsa ini (dan daerah khususnya) melalui sektor pemberdayaan usaha mikro kecil dengan menjalin kerja sama dengan Pemkab. KUP ini menurutnya sangat tepat sebagai sarana peningkatan kesejahteraan untuk kekuatan ekonomi kerayatan secara luas.
Sementara itu, bupati Pemalang H. Juanedi mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik adanya KUP ini. Hal ini sesuai janjinya untuk memberdayakan pelaku usaha mikro kecil dan berharap bisa bermanfaat secara nyata bagi pengentasan kemiskinan dan perluasan lapangan kerja. Dirinya berpesan agar masyarakat Pemalang bersama Pemkab memajukan Pemalang salah satunya melalui sektor ekonomi masyarakat.(RG)

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*