MIRAS pemusnahan berita844KUDUS, gemamuria.com – Pemkab Kudus dengan tegas melarang beredarnya minuman keras (miras). Tentunya dikarenakan efek yang ditimbulkan terhadap berbagai penyakit masyarakat yang ada. Untuk memberantas beredarnya miras tersebut, pemkab bersama polres dan jajaran terkait melakukan operasi rutin.

Hasilnya, sebanyak 5.232 botol miras dimusnahkan di Simpang Tujuh Kudus, Jumat (3/6). Itu merupakan hasil operasi dari Polres Kudus dan Satpol PP Pemkab Kudus periode Juni-Desember 2015 dan Januari-Mei 2016. Dengan rincian 4.882 miras berbagai merk, oplosan 18 liter, dan putihan 332 liter. Dengan total kasus sebanyak 504.

Melihat banyanya kasus ini, Bupati berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni jelang Ramadan dan Lebaran. Namun dirinya menggugah kesadaran seluruh masyarakat akan dampak negatif yang ditimbulkan. Sehingga harapannya ke depan untuk meminimalisasi (bahkan menghilangkan) beredarnya miras di Kudus.

”Saya berharap, tahun depan tidak ada lagi acara pemusnahan miras ini. Tetapi kita ganti dengan perayan bahwa Kudus sudah terbebas dari miras,” kata Bupati di acara yang dihadiri jajaran forkopinda dan instansi terkait termasuk MUI, organisasi masyarakat, dan organisasi mahasiswa.

Kegiatan rutin ini, menurutnya, merupakan sinergi yang bagus antara Polres dengan Pemkab. Melalui Satpol PP, Pemkab telah bekerja dengan baik. Namun demikian semua ini butuh dukungan secara komprehensif dari masyarakat. Sehingga Kudus yang kondusif merupakan cita-cita bersama harus terwujud.

”Kita harus bersama untuk bekerja keras dan bekerja cerdas dari semua elemen masyarakat untuk mewujudkan Kudus yang religius,” tambahnya.

Adanya berbagai organisasi pemuda yang turut hadir, Bupati meminta mereka menjadi panutan untuk menjadi contoh yang baik di tengah masyarakat. Karena di pundak merekalah daerah dan bangsa ini bisa maju di masa mendatang. Termasuk memberikan edukasi yang baik bagi generasi muda.

”Membangun sebuah daerah/bangsa tidak hanya cukup membangun fisik saja. Tetapi membangun mental para generasi penerus menjadi modal penting untuk menggapai cita-cita itu,” imbuh Bupati.

Dalam penutup sambutan, bupati menyampaikan permohonan maaf dan selamat beribadah menyambut puasa tahun ini. Dan acara diakhiri dengan pelemparan botol miras secara simbolis dari Bupati Kudus yang diikuti seluruh forkopinda dan elemen masyarakat serta organisasi pemuda yang hadir.(gm-r)

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*