BLORA KIRAP PUSAKA 081217

Diantara rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Blora ke 268 Tahun 2017, Pemkab Blora menyelenggarakan kirab pusaka kabupaten Blora. Kirab pusaka ini berlangsung pada pukul 00.00 WIB dini hari, Jumat (8/12). Paraga kirab pusaka mengenakan beskap gaya Surakarta, sedangkan pangombyong kirab menyesuaikan dengan atribut identitas kelompok masing-masing.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Blora  Kunto Aji melalui Kepala Bidang Kebudayaan Sukartono menjelaskan urutan peserta kirab pusaka yakni Paraga Kirab terdiri mobil voorijder Satlantas Polres Blora, Pembawa Obor, Cucuk lampah, Pusaka Kyai Bisma, Pusaka/piandel Blora lainnya, Obor Tengah dan Obor Belakang.

Kemudian Pangombyong Kirab Pusaka terdiri Kepala OPD Kabupaten Blora, Camat Se-Blora, Kepala Kelurahan se-Kecamatan Blora, Himpunan Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa (HPK) Blora, Permadani dan Paguyban Warga Masyarakat Sedulur Sikep.

Sebelum kirab berlangsung, Bupati Blora Djoko Nugroho menyerahkan salah satu keris pusaka kepada petugas. Kemudian dilanjutkan doa bersama memohon keselamatan kepada Tuhan yang dipimpin salah seorang tokoh agama.

Rute Kirab Pusaka, Start dari Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, pintu gerbang ke kanan, Jalan RA. Kartini – Jalan Dr. Sutomo – Jalan Gunung Sumbing – Jalan Pemuda – Jalan Arumdalu – Jalan Kolonel Sunandar – Jalan Nusantara – Jalan KH. Ahmad Dahlan – Jalan Abu Umar – Pendopo Kabupaten Blora melewati pintu depan.

Dalam acara kirab pusaka ini, ada ketentuan yang harus ditaati oleh peserta kirab pusaka, yakni dilarang berbicara selama perjalanan ritual berlangsung.

“Peserta memanjatkan doa Kepada Tuhan agar Kabupaten Blora diberikan keselamatan dan dijauhkan dari bencana,” jelas Sukartono Kabid Kebudayaan Dinporabudpar.

Selain pusaka keris Kyai Bisma, pusaka lainnya milik Kabupaten juga dikirab yaitu pusaka Kyai Segoro Madu, Kyai Cengkrong, Kyai Kolo Wijan, Kyai Sengkelat, Kyai Kantar, Kyai Kebo Lajur, Kyai Tombak Kecipir, Kyai Tombak Biring Lanang, Kyai Tombak Kudup Melati.

Sebelum prosesi berlangsung acara diselingi dengan penampilan para juara lomba bercerita dan puisi serta diselingi kesenian cokekan gamelan Jawa.(gm*)

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*