blora 080418

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah menggelar sosalisasi berbudaya pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah melalui media wayang kulit di taman Tuk Buntung Cepu, Kecamatan Cepu, Sabtu (7/4/2018) malam.

Adapun dalang yang tampil yakni Ki Warseno Slank dengan menyuguhkan lakon Semar Bangun Khayangan.

Ketua KPU Jawa Tengah Ir. Joko Purnomo dalam sambutannya mengemukakan KPU Jateng mempunyai visi dan misi serta semboyan becik tur nyenengke.

Pihaknya menginginkan Pilgub bersih dan dapat dijadikan sebagai evaluasi kepemimpinan lima tahun lalu serta dapat menjadi acuan dalam memilih pemimpin kedepan dan saat ini adalah saat yang tepat dalam memilih pemimpin.

“Kami juga mengajak generasi muda dalam penyelengaraan pilkada ini dapat benar-benar digunakan untuk menyampaikan aspirasi secara serius dalam menentukan pemimpin yang tepat,” katanya.

Menurutnya, sebagai upaya mensosialisasikan Pilgub dikemas dengan berbagai cara dan seni budaya setempat agar masyarakat dapat memahami tentang pentingnya hak pilih dalam pesta demokrasi Pilgub Jateng 27 Juni 2018.

Selain itu, pihaknya meminta kepada masyarakat untuk menolak money politik dan harus dilawan bersama.

Sosialisasi, menurut dia, juga dilakukan terhadap kelompok-kelompok tertentu di masyarakat, seperti organisasi kemasyarakatan, nelayan, dan buruh.

“Melalui media ini, diharapkan bisa memberi wawasan dan meningkatkan partisipasi pemilih, khususnya di wilayah Kecamatan Cepu dan Kabupaten Blora,” jelasnya.

Demikian halnya yang disampikan oleh Plt Gubernur Jawa Tengah Heru Sujadmoko yang diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Tengah (Kesbangpol Jateng) Ibnu Kuncoro SE, MM.

“Bapak Plt Gubernur mengucapkan terimakasih kepada Bupati Blora yang telah memfasilitasi sehingga hari ini KPU bisa menyelenggarakan sosialisasi,” ujarnya.

Bagi warga yang sudah punya hak pilih, kata dia, bisa menggunakan hak pilihnya agar partisipasi pemilih meningkat.

“Jaga persaudaraan, baik pada saat kampanye, coblosan dan pasca, kita tetap aman dan kondusif di Kabupaten Blora,” katanya.

Hal senada disampaikan oleh Sekda Blora Drs. Bondan Sukarno, MM yang hadir mewakili Bupati Blora Djoko Nugroho.

“Mudah-mudahan sosialisasi dengan seni budaya ini tidak hanya sebagai hiburan atau tontonan, tetapi sekaligus sebagai tuntunan khususnya kepada warga masyarakat Cepu, untuk saatnya nanti pada tanggal 27 Juni 2018 berbondong-bondong datang ke Tempat Pemungutan Suara yang sudah ditetapkan, dan memilih calon yang terbaik bagi pembangunan Jawa Tengah lima tahun ke depan,” tandasnya.

Di tempat yang sama Ketua Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah, Masrukhan Syamsurie juga menyampaikan imbauan agar sosialisasi ini bisa menjadi pembelajaran bersama untuk mensukseskan Pilgub Jateng.

Hadir pada acara antara lain Komisioner dan Sekretaris KPU Blora berserta jajarannya, Forkopimda Blora, Perwakilan Partai Politik, Ormas, dan perwakilan OPD Kab. Blora.

Pada pertujukan seni wayang kulit itu, ratusan warga setempat antusias menyaksikan. Selain itu, pagelaran wayang kulit juga disiarkan langsung LPPL Radio Gagak Rimang. Acara juga dimeriahkan dengan lawak Kancil Singkek.(*)

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*