KENDAL 030216

Gemamuria.com – Ulang tahun pelajar NU ke 62 se-Jawa Tengah tahun 2016 dipusatkan di Kabupaten Kendal. Puncak acara diperingati dengan apel bersama yang diikuti oleh ribuan pelajar di alun-alun Kendal jum’at (26/2), lalu. Kapolda Jawa Tengah Drs. Nur Ali bertindak selaku pimpinan Apel, yang dihadiri Bupati Kendal Mirna Annisa, Forkopimda Jawa Tengah, Forkopimda Kendal, para pejabat di Lingkungan Pemprov dan Pemkab Kendal, dan para pimpinan Ormas.

Pada acara tersebut juga dilakukan deklarasi anti radikalisme yang dibacakan oleh salah satu pelajar dan diikuti oleh semua peserta apel. Para peserta yang mewakili pelajar Jawa Tengah tersebut, sepakat menolak segala bentuk kegiatan apapun yang berhubungan dengan gerakan radikalisme, karena dianggap bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

Mereka juga menyatakan siap bekerja sama serta mendukung pemerintah, TNI dan Polri dalam menanggulangi dan memberantas gerakan radikalisme khususnya ISIS di seluruh bumi nusantara. Ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Cabang Kendal Cholid Abdillah menyatakan bahwa apel bersama dimaksudkan untuk memberi pemahaman pada para pelajar tentang bahaya radikalisme. Melalui apel bersama yang disertai dengan deklarasi pelajar anti radikalisme tersebut, diharapkan para pelajar mampu menangkal pengaruh paham radikal yang tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945.

Sementara itu Kapolda Nur Ali dalam amanatnya menyatakan bahwa dirinya mengapresiasi kegiatan apel pelajar anti radikalisme tersebut. Dia berharap kegiatan seperti ini bisa dijadikan contoh oleh pelajar lain. “Dari sini semangat anti radikalisme digelorakan oleh para pelajar IPNU-IPPNU, semoga bisa menjadi inspirasi bagi para pelajar lain. Deklarasi anti radiklaisme oleh pelajar ini, sebagai bukti kecintaan para pelajar pada Pancasila dan NKRI”, ungkap Kapolda.

Kapolda meminta kepada seluruh pelajar untuk pandai-pandai menyaring informasi yang berkembang baik melalui media elektronik, media cetak maupun media sosial, karena pengaruh radikalisme dianggap membahayakan bagi keutuhan NKRI. Dikatakannya bahwa gerakan radikalisme ada yang tampak nyata, kasar, sayup-sayup dan ada yang tidak kelihatan tetapi ada.

Kapolda meminta kepada pelajar NU untuk menanamkan kecintaan dan kesetiaan pada pancasila dan NKRI, serta mengajak pelajar NU untuk bisa berada pada garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI. ” Saya sepakat dengan deklarasi ini, tidak ada kata sepakat dengan radikalisme (ISIS). Saya minta agar para pelajar NU untuk selalu bahu-membahu dengan aparatur pemerintahan. Saya juga minta kepada generasi muda NU untuk mempersiapkan diri, untuk membekali diri dengan keterampilan, pengetahuan, sehingga saat tiba waktunya nanti generasi muda NU siap menerima estafet kepemimpinan dalam rangka mengisi kemerdekaan, dan menjaga keutuhan NKRI”, ungkap Kapolda. (gm-k)

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*