SHALAT GERHANA 1

BLORA, gemamuria.com – Warga muslim Blora melaksanakan shalat sunnah gerhana matahari di Masjid Agung Baitunnur Blora. Usai shalat sunnah gerhana, mereka dengan khitmad menyimak khutbah yang dibacakan Khotib KH. Abdul Ghoni, SH. Di masjid agung Blora, shalat gerhana matahari berjamaah diimami KH. Afiffudin, Rabu (09/03).

Dalam khutbahnya, KH. Abdul Ghoni menyampaikan, bahwa gerhana sebenarnya sebagai tanda-tanda alam atas kebesaran Allah SWT. Kadang-kadang ditafsiri dengan prasangaka negatif, khususnya bagi orang-orang yang prasangkanya tidak disadari dengan ilmu.

Pada jaman Rosulullah SWT, lajut Abdul Ghoni, pernah ada kejadian gerhana matahari total, kebetulan waktu itu bersamaan dengan wafatnya putra Nabi SAW yang bernama Ibrahim. Kemudian peristiwa itu dijadikan dasar bahwa gerhana itu pertanda wafatnya orang besar.

Kemudian, bagi masyarakat Jawa jaman dulu, peristiwa gerhana matahari atau gerhana bulan, dijadikan dasar dan diyakini bahwa gerhana matahari atau bulan itu dimakan Batara Kala, sehingga dipercaya sebagai pertanda bahwa akan terjadi musibah yang menakutkan.

Untuk mencegah agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan diadakan acara dengan menabuh semua benda-benda yang menimbulkan suara, seperti menabuh bedug, kentongan, lesung, piring dan sejenisnya.

Tentu, lajut Abdul Ghoni, menimbulkan suara yang ramai tapi tidak berirama. Hal iti membuat masyarakat menjadi gundah dan anak-anak menjadi takut. Demikian pula Batara Kala juga ikut takut, sehingga tidak jadi betul-betul memakan matahari atau bulan, dan dikeluarkan lagi dari mulutnya.

Disampaikannya, bahwa gerhana matahari adalah sunnatullah atau peristiwa alam yang tidak perlu dihubungkan dengan musibah dan lain sebagainya.

Gerhana adalah peristiwa yang tentu bakal terjadi kalau posisi matahari, bumi dan bulan berada pada garis lurus dan bulan masuk dibayangi bumi. Sebab matahari bumi dan bulan semua mempunyai garis edar sendiri-sendiri.

“Sebaiknya dengan peristiwa gerhana matahari, marilah kita memperbanyak istighfar, dzikir, baca Al-Quran dan bagi-bagi shodaqoh bagi kaum dhu’afa, fakir miskin, serta mengingatkan saudara-saudara kita yang tengah terlena dalam kehidupan semu,” pungkas Khotib KH. Abdul Ghoni.

Shalat gerhana matahari dimulai pukul 06.20 WIB hingga berakhir setelah khutbah dibacakan. (gm-01)

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*