9-sarapan gratis

KUDUS-Sudah merupakan fungsi bagi seorang kepala desa (kades), untuk melayani warganya dalam hal apapun. Termasuk pelayanan pada pengurusan dokumen administrasi kependudukan (adminduk).
Apalagi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kudus sudah membuatnya menjadi mudah. Yakni dengan membuat aplikasi online, yang membuat kades terhubung dengan petugas dinas, dalam hal pengurusan dokumen.
Ada grup WhatsApp yang dibuat dinas, yang melibatkan camat dan kades. Di mana proses pembuatan dokumen adminduk warga menjadi sangat mudah. Karena kades menjadi terhubung langsung ke petugas Disdukcapil.
”Kades cukup memotret persyaratan warga yang sudah lengkap tadi, kemudian memposting atau meng-input data tersebut ke grup WA. Kami yang di dinas, akan memverifikasi persyaratan itu, melalui petugas yang ada. Jika sudah terverifikasi, maka kita akan langsung memproses permohonan tersebut. Kalau sudah terverifikasi, maka kadeslah yang akan menyampaikan langsung ke warganya atau pemohon, supaya mereka datang ke kantor disdukcapil dengan membawa persyaratan yang ada. Dan sampai di kantor, maka permohonan itu akan langsung diproses, sehingga bisa cepat jadi,” papar Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kudus Hendro Martoyo SH melalui Sekretaris Dinas Putut Winarno S.STP.
Ini berkat sistem online yang diterapkan Disdukcapil. Kades bisa membantu langsung warganya dalam pembuatan dokumen adminduk yang mereka inginkan. Peran mereka sangat vital dalam proses ini. ”Karena dari awal, kades memang menjadi jujugan warga dalam mengurus dokumen adminduk yang hendak dibuat. Karenanya, fungsi kades dan camat dalam pembuatan dokumen adminduk menjadi sangat vital,” katanya.
Putut mengatakan, warga yang mengurus persyaratan adminduk, akan dilayani terlebih dahulu di tingkat desa. Kades yang melayani warga, lantas memposting persyaratan yang sudah lengkap tersebut, ke grup WhatsApp (WA) yang dimiliki Disdukcapil Kudus.
Konsep ini sudah berlangsung sejak pertengahan tahun 2017 ini. Grup ini sendiri, sudah terintegrasi dengan seluruh camat dan kades di Kudus. ”Awalnya, setiap camat kami jadikan admin grup. Para camat inilah yang kemudian memasukkan kades ke grup. Sehingga setiap kades jadi anggota grup,” katanya.
Pelayanan adminduk yang diberikan, mulai dari pembuatan kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK), akta kelahiran, ataupun layanan adminduk lainnya. ”Ini tentu akan memangkas waktu, sehingga warga tidak bolak-balik ke kantor dinas untuk mengurus adminduk. Mereka juga bisa terhindar dari antrean yang ada. Juga tentu saja memangkas biaya yang dikeluarkan oleh warga,” jelasnya.
Pengurusan adminduk, adalah sebuah hal yang harus dilakukan oleh warga. Apalagi, pelayanan adminduk memang sudah diamanatkan dalam undang-undang, peraturan presiden, hingga surat edaran menteri. Hal itu tertuang pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri RI (Mendagri) Nomor 471/1768/SJ tertanggal 12 Mei 2016, menindaklanjuti Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Kependudukan. (*)

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*