REMBANG 221117

Jalan beraspal mulus itu disulap seolah menjadi tempat fashion show wanita cantik berbalut kostum batik tulis Lasem dengan berbagai bentuk. Tak hanya warga Rembang, dari luar kota pun ada bersama Bupati dan jajaran Forkopimda tak ingin melewatkan peragaan batik karnival dengan background pegunungan Lasem itu. Acara ini berlangsung Sabtu siang (18/11/2017).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, Arif Sambodo yang hadir mewakili Gubernur Jawa Tengah sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan Fesfival Lasem termasuk Batik Karnival didalamnya. Menurutnya event semacam itu memang dibutuhkan bagi pelaku usaha batik itu sendiri tak terkecuali pelaku usaha lainnya yang mendapatkan rejeki dari kegiatan itu.

“Bapak Gubernur mengharapkan event seperti ini bisa menjadi destinasi wisata negeri ini. Sehingga memberikan efek domino yang bermanfaat pada aspek ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu Bupati Rembang H.Abdul Hafidz juga senada dengan Arif Sambodo bahwa event- event seperti itu penting untuk terus mendongkrak batik tulis Lasem. Terus mempromosikan batik Lasem ini juga dapat menumbuhkan kecintaan terhadap batik khas Lasem itu sendiri di hati masyarakat Rembang khususnya.

“Kalau kita sudah punya aset batik tulis Lasem maka kita harus mencintainya. Kalau kita sendiri tidak mau memakainya lalu bagaimana orang lain mau memakainya,” imbuh Bupati.

Pemkab Rembang sudah mencintai batik Lasem, terbukti di tahun 2018 melalui Peraturan Bupati telah mewajibkan semua Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengenakan seragam batik tulis Lasem seminggu sekali. Terkait hal itu pemkab telah menyiapkan seragam batik untuk 7.200 PNS.

Dengan PNS memakai batik Lasem maka itu bisa menjadi media promosi yang murah. Misalnya saat pegawai tersebut dinas luar kota dan memakainya maka itu akan dilihat orang dan seringkali menarik minat orang luar daerah.

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*