KASMUDI

Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kudus menyampaikan ada sekitar 40 persen sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) negeri di kabupaten Kudus, yang terpaksa harus digabung atau regrouping.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kudus, Kasmudi, Rabu (1/11/2017).

Meski demikian, pihaknya masih belum memperoleh data persis soal sekolah yang akan digabung. Karena saat ini data pastinya masih berada di unit pelayan terpadu (UPT) pendidikan di masing-masing kecamatan.

“Kami belum memperoleh data dari UPT, karena kemungkinan masih proses pendataan sekaligus validasi di lapangan,” ujar Kasmudi.

Ia mencontohkan seperti di wilayah kecamatan kota yang sudah dilakukan regrouping misalnya di Desa Rendeng,  SD 4 digabung dengan SD 2. Selanjutnya, di Desa Singocandi, yaitu SD 1 digabung dengan SD 2 dan Desa Wergu Wetan, yang mana SD 2 digabung dengan SD 1.

“Proses regrouping dilakukan secara bertahap. Bisa mulai dari kelas 1 saja, atau bisa langsung seluruhnya. Tegantung kesiapan sekolah,” ungkapnya.

Kasmudi menjelaskan, pelaksanaan regrouping mengacu pada Permendikbud nomor 17 tahun 2017. Dengan ketentuan setiap rombongan belajar (rombel) disekolah-sekolah perkelasnya minimal 20 siswa dan maksimal 28 siswa.

Disebutkan Kasmudi, ada beberapa pertimbangan kenapa sekolah terpaksa dilakukan regrouping. Pertama, akses masyarakat ke sekolah yang sulit sehingga diharapkan proses regrouping akan mempermudah.

Kemudian yang kedua, yaitu pertimbangan satu desa satu sekolah negeri. Dengan hanya satu SD negeri diharapkan bisa menjadi unggulan.

“Ketiga, untuk meningkatkan mutu pendidikan. Sekaligus juga lebih efektif dan efisien dengan adanya regrouping,” tukasnya.

Kasmudi mengakui, bahwa perkembangan sekolah swasta di Kudus cukup bagus. Namun, bukan berarti sekolah negeri kalah bersaing dengan swasta.

“Saya kira persoalannya bukan itu. Namun, memang bagi masyarakat bebas untuk milih sekolah dimana.

Kasmudi menambahkan agar tidak menimbulkan gejolak pihaknya terus mensosialisasikan Permendikbud kesekolah-sekolah yang dibawah naungan Disdikpora. Total sekolah SD dikabupaten Kudus ada sebanyak 450 sedangkan SMP sebanyak 27.(*)

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*